Jumat, 11 Agustus 2017

the journey of aditya mursa part 1


      Bercita-cita setinggi langit dan raihlah cita-cita mu, jangan kalian biarkan keadaan menghambat kalian untuk mewujudkan cita-cita kalian

                       Aditya Mursa


       perkenalkan nama gue aditya mursa eko saputra gue anak pertama dari 6 bersaudara (bayangin betapa tuanya gue)  gue lahir di pendopo 12 januari 1993 disebuah desa terpencil di sumatra selatan yaitu Pendopo Lintang terletak di kabupaten empat lawang 

      Nama kabupaten ini menurut cerita rakyat berasal dari empat lawangan yang menurut masyarakat sekitar berarti empat pendekar ( pahlawan ) karena pada zaman dahulu terdapat  empat orang yg memimpin daerah gue ( Asal mula Nama Empat Lawang )
diempat lawang itu sendiri terdapat berbagai macam suku adat
ada Suku Lintang/ Jemo Lintang ( ya itu suku gue ), Suku Pasemah, Suku Saling, Suku Kikim Tebing, ada juga suku minoritas lainnya seperti Jawa, Sunda, Chinesse dll. Mereka itu merupakan pendatang baru  dr berbagai daerah yg tinggal didesa gue ada yg jd PNS ada jadi guru ada yg jadi pedagang dan masih banyak lagi.
   Now balik lagi ke gue hehe
gue lahir dari keluarga kurang mampu masa kecil gue, gue dihabisin jauh dr kota jauh perkampungan mengapa karena gue tinggal digubuk yg dibangun bapak gue ditengah2 sawah milik orang lain karena bapak gue yg mengelola sawahnya dengan sistem bagi hasil. orang tua gue sehari2 bekerja sebagai petani. pada saat itu adik gue ada 4 karena gue paling gede jadinya gue juga bantuin orang tua gue untuk bertani, gue pada saat itu sekolah di SD negeri 21 manggilan gue pergi kesekolah dari sawah ke kampung itu memakan waktu 1 jam perjalanan gue harus melewati bukit hutan yg lebat dan juga sungai yg suatu saat meluap gue gk bisa berangkat sekolah.
    gue sekolah sama adik gue andeska mursa namanya hari demi hari kita lalui selama 5 tahun lamanya kita pulang pergi dari sawah ke sekolah banyak kejadian yg membuat kita lupa akan keadaan yang perih ini, salah satunya adalah memanjat pohon manggis milik orang, mandi di sungai, dan melakukan hal hal konyol lainnya, dan masih banyak kejadian lagi yg belum bisa gue ceritain ( gue mau nangis kalo gue inget masa masa kecil gue dulu  jujur gue nulis blog ini untuk mengungkapkan apa yg gue rasain selama ini )
   akhirnya setelah 5 tahun tinggal jauh dr kehidupan masyarakat, orang tua gue bisa bangun rumah walupun sederhana rumah gue pada saat itu hanya berukuran 3x5 meter dan terletak dipusat kota yaitu pendopo setelah itu gue tinggal dikampung dan bisa menikmati masa2 bermain dengan anak-anak seusia gue
awalnya terasa asing dengan kehidupan baru setelah 5 tahun tinggal jauh dr keramaian bisa menikmati keramaian, dan gue bersyukur mempunyai orang tua yg bisa mengajarkan anak-anaknya untuk beradaptasi dengan lingkungan baru akhir kita semua mulai terbiasa dengan kehidupan kota sekarang
pada saat itu gue berniat dalam hati gue gk mau menggulang masa itu cukup masa kecil gue kayak itu jangan sampai adik-adik gue yg lain merasakan hal yg sama sm gue.
   setelah gue pindah ke kota sekolah gue juga ikut pindah karena jarak yg lumayan jauh dan lagi lagi gue harus beradaptasi dengan suasana sekolah baru dengan teman2 baru dan guru baru dan gue sekali lagi bersyukur mempunyai orang tua yg selalu mengajarkan gue hal hal baru setelah 2 tahun gue pindah sekolah akhirnya gue bisa menamatkan pendidikan di sekolah dasar.